Ghana Tunda Kunjungan Presiden Afrika Selatan di Tengah Polemik Aksi Anti-Imigran

Ghana Tunda Kunjungan Presiden Afrika Selatan di Tengah Polemik Aksi Anti-Imigran

Kunjungan Presiden Afrika Selatan ditunda oleh pemerintah Ghana di tengah meningkatnya ketegangan akibat aksi anti-imigran di Afrika Selatan. Keputusan tersebut diambil menjelang pertemuan bilateral yang semula dijadwalkan berlangsung pada Agustus dan dipimpin oleh Presiden Ghana John Dramani Mahama bersama Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa.

Juru bicara pemerintah Ghana, Felix Kwakye Ofosu, menyatakan situasi keamanan saat ini dikhawatirkan akan mengganggu jalannya pertemuan. Selain itu, Ghana menilai pembahasan kerja sama bilateral akan lebih efektif jika dilakukan setelah kondisi di Afrika Selatan kembali kondusif.

Dalam beberapa bulan terakhir, Afrika Selatan mengalami gelombang aksi anti-imigran yang sebagian besar berlangsung damai. Namun demikian, sejumlah insiden berubah menjadi kekerasan, termasuk penyerangan terhadap warga asing dan penjarahan toko milik imigran. Kondisi tersebut mendorong Ghana memulangkan ratusan warganya dari Afrika Selatan.

Kunjungan Presiden Afrika Selatan Ditunda

Pemerintah Ghana menegaskan bahwa penundaan kunjungan bukan berarti hubungan diplomatik kedua negara memburuk. Sebaliknya, keputusan tersebut diambil agar agenda bilateral tidak dibayangi isu kekerasan terhadap warga negara asing. Oleh karena itu, kedua pemerintah akan terus berkomunikasi untuk menentukan jadwal baru.

Sementara itu, pemerintah Afrika Selatan menyatakan telah menerima pemberitahuan resmi dari Ghana. Pretoria menegaskan komitmennya untuk melanjutkan kerja sama melalui jalur diplomatik hingga waktu pelaksanaan pertemuan berikutnya disepakati bersama.

Ketegangan Diplomatik Meningkat

Di sisi lain, hubungan kedua negara sempat memanas setelah Ghana menyatakan seorang warganya tewas dalam insiden yang berkaitan dengan aksi anti-imigran. Namun, kepolisian Afrika Selatan membantah klaim tersebut dan menyebut korban meninggal dalam kasus kriminal yang tidak berhubungan dengan demonstrasi.

Selain Ghana, Nigeria juga melaporkan kematian dua warganya di Afrika Selatan dan mendesak pemerintah setempat mengambil langkah lebih tegas terhadap aksi kekerasan. Akibatnya, isu perlindungan warga asing menjadi perhatian sejumlah negara di kawasan Afrika.

Pada akhirnya, penundaan kunjungan ini mencerminkan besarnya dampak aksi anti-imigran terhadap hubungan regional. Meski demikian, Ghana dan Afrika Selatan menegaskan komitmen untuk menjaga hubungan bilateral serta melanjutkan dialog setelah situasi keamanan dinilai lebih stabil.