TikTok dan platform media sosial berbasis video pendek lainnya telah mengubah lanskap komunikasi dan memengaruhi opini publik secara mendalam di seluruh Asia. Platform-platform ini memungkinkan penyebaran informasi (dan disinformasi) dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya, memengaruhi isu mulai dari politik, kesehatan masyarakat, hingga tren konsumen.
Dampak positifnya termasuk peningkatan partisipasi politik di kalangan pemilih muda, platform untuk aktivisme sosial, dan promosi budaya lokal ke audiens global. Seniman, aktivis, dan wirausahawan Asia menggunakan media sosial untuk membangun merek dan menyebarkan pesan mereka secara langsung tanpa melalui media tradisional.
Namun, efek negatifnya juga signifikan. Penyebaran cepat hoaks dan propaganda politik telah menjadi masalah serius, mengancam integritas pemilu dan kohesi sosial. Selain itu, ada kekhawatiran yang meluas mengenai masalah privasi data dan potensi pengaruh asing terhadap opini publik melalui algoritma yang tidak transparan.
Pemerintah di kawasan ini sedang bergulat dengan cara mengatur platform-platform ini. Beberapa negara memilih untuk melarang atau membatasi platform, sementara yang lain berupaya bekerja sama dengan perusahaan teknologi untuk memitigasi risiko disinformasi dan melindungi data warga negara.
TikTok dan media sosial telah mengubah opini publik Asia dengan memfasilitasi penyebaran informasi yang cepat dan memicu partisipasi politik kaum muda, namun juga menimbulkan kekhawatiran serius terkait disinformasi, privasi data, dan perlunya regulasi yang efektif.

